Kejaksaan Negeri Pamekasan Usut Kasus Korupsi Kementerian Agama

Kamis, 18 Juli 20131komentar

Pamekasan (Juruwarta/Madura) - Kejaksanaan Negeri (Kejari) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, siap mengusut hingga tuntas kasus dugaan korupsi tunjangan fungsional 5.137 guru di lingkungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat sebesar Rp15,4 miliar lebih.

Setelah berdialog dengan mahasiswa yang berunjuk rasa menuntut penuntasan kasus itu, Rabu, Kasi Pidana Umum Kejari Pamekasan Zaini Ribut Sugiaman mengaku pihaknya sedang melakukan berbagai persiapan.

Salah satu persiapan yang dimaksud antara lain mengumpulkan berkas dan bukti-bukti penunjang dari berbagai sumber, termasuk aktivis LSM dan mahasiswa.

"Kalau berkaitan dengan kasus korupsi, jelas kami tidak akan bersikap toleran. Semua laporan yang masuk ke Kejari, jelas akan kami tindak lanjuti, termasuk kasus di Kemenag Pamekasan ini," katanya menjelaskan.

Pada tahun 2012 sebanyak 9.834 guru di bawah naungan Kemenag Pamekasan mendapatkan tunjangan insentif dari pemerintah pusat, masing-masing sebesar Rp3.000.000 per orang.

Mereka itu merupakan guru dari berbagai tingkatan, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak, hingga Madrasah Aliyah (MA).

Akan tetapi, dari jumlah sebanyak 9.834 yang seharusnya mendapatkan tunjangan insentif itu, hanya 4.697 orang yang menerima dana tunjangan itu.

Mereka itu terdiri dari guru TK atau Raudatul Atfal (RA) sebanyak 1.001 orang, guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebanyak 1.660 orang, Madrasah Tsanawiyah sebanyak 1.311 orang dan guru Madrasah Aliyah (MA) sebanyak 725 orang.

Oleh karena itu, jika dikalkulasi dari sisa guru yang tidak mendapatkan tunjangan insentif masing-masing sebesar Rp3.000.000 juta, maka total dana tunjangan yang belum dicairkan mencapai Rp15.411.000.000.

Selain itu, proses pencairan kepada 4.697 guru penerima tunjangan insentif itu juga dinilai menyalahi prosedur, karena dicairkan di masing-masing kantor urusan agama (KUA) di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan, bukan di bank.

Pada Rabu (8/5) siang, puluhan aktivis mahasiswa dan pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mengatasnamakan diri dari Aliansi Rakyat Antikorupsi Pamekasan berunjuk rasa ke kantor Kejari setempat untuk menuntut pengusutan kasus dugaan korupsi di kantor Kemenag Pamekasan itu.

Selain memprotes penggelapan tunjangan insentif ribuan guru non-PNS, para pengunjuk rasa ini juga meminta Kejari Pamekasan mengusut kasus pemotongan gaji PNS sebesar Rp350 guru dengan alasan untuk sumbangan koperasi pegawai.

Para pengunjuk rasa ini datang ke kantor Kejari dengan membawa sejumlah poster dan spanduk yang berisi kecaman atas praktik dugaan korupsi yang dilakukan sejumlah oknum pimpinan Kemenag Pamekasan.

Menurut juru bicara pengunjuk rasa Zainal Abidin, Kejari harus mengusut tuntas kasus dugaan korupsi yang diperkirakan merugikan uang negara sebesar Rp15 milir lebih itu, karena menyangkut kepentingan banyak orang dan merugikan uang negara.

Unjuk rasa menuntut pengusutan kasus itu sempat mengalami ketegangan antara para pengunjuk rasa dengan petugas kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan yang saat itu mengamankan aksi puluhan aktivis mahasiswa dan LSM di Pamekasan, namun tidak berlangsung lama.

Sebelum membubarkan diri, para pengunjuk rasa ini terlebih dahulu menyerahkan satu bendel berkas yang berisi dugaan penyimpangan yang terjadi di bawah naungan Kantor Kemenag Pamekasan.

Unjuk rasa di kantor Kejari itu (8/5) merupakan satu dari tiga kelompok massa di Pamekasan yang berunjuk rasa. Kelompok lain adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia dan para siswa di Madrasah Aliyah Negeri Pamekasan dengan sasaran dan tuntutan berbeda.(ris/ant)

Laporan Abd Aziz wartawan Kantor Berita ANTARA Biro Jawa Timur. Sumber resmi berita ini http://www.ciputranews.com/ pada halaman (http://www.ciputranews.com/hukum/kejaksaan-negeri-pamekasan-usut-kasus-korupsi-kementerian-agama)
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

 
Didukung oleh : Facebook | Twitter | You Tobe
Copyright © 2015. Blog Madura - All Rights Reserved
Media Lainnya Sakera Pamekasan dan Tokoh Kita
Serta Didukung Penuh Oleh Madura Media