Bocah Pamekasan Rayakan Hari Anak Di Bromo

Selasa, 23 Juli 20131komentar

Pamekasan (Juruwarta/Antara) - Seorang bocah asal Pamekasan, Madura, Jawa Timur, hendak merayakan Hari Anak Nasional pada 23 Juli ini di puncak Gunung Bromo dengan cara menempuh perjalanan bersepeda.

Bocah bernama Arya Cahya Mulyono Sugianto asal Desa Bunder, Kecamatan Pademawu, Pamekasan ini berangkat dari Kota Pamekasan pada 15 Juli 2013, setelah sebelumnya ia dilepas langsung oleh Bupati Achmad Syafii di pendopo pemkab pada 14 Juli 2013.

"Anak kami terinspirasi melakukan pendakian dengan bersepeda, karena ia baru belajar bersepeda dan pendakian ke puncak gunung ini merupakan hobinya," kata ayah Arya, Agus Sugianto, kepada Antara melalui sambungan telepon, Minggu malam.

Bocah berusian 8 tahun anak dari pasangan suami istri Agus Sugianto (43) dan Tri Yuli Mulyanti (42) itu memang memiliki hobi mendaki gunung sejak masih berusia 5 tahun.

Pada tahun 2011, bocah ini bahkan sukses melakukan pendakian 10 puncak gunung dengan didampingi orang tuanya.

Ketika itu, Arya melakukan pendakian ke-10 puncak gunung dalam kegiatan bertema "Ekspedisi Cahaya Merdeka 2011". Pendakian ke puncak terakhir dari 10 gunung yang dilakukan bocah itu merupakan kali kedua, setelah setahun sebelumnya pada tanggal dan bulan yang sama, bocah asal Pamekasan ini juga mendaki gunung yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan air laut (Mdpl) tersebut.

Arya mulai berangkat melakukan pendakian ke 10 puncak gunung di Indonesia pada tanggal 12 Mei 2011 dan dilepas secara langsung oleh Bupati Pamekasan di pendopo Pemkab setempat.

Pendakian pada 10 puncak gunung yang dilakukan oleh Arya Cahya Mulyana Sugianto, untuk pertama kalinya pada puncak Gunung Ciremai di Kuningan, Jawa Barat yang memiliki ketinggian 2.900 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Selanjutnya pendakian dilanjutkan ke puncak Gunung Slamet (3.432 Mdpl) di Purbalingga, Jawa Tengah, lalu ke Gunung Sindoro (3.155 Mdpl) di Temanganggung, dan Gunung Wonotirto (2.000 Mdpl).

Kemudian ke Gunung Lawu (3.265 meter dpl), Gunung Rinjani (3.726 meter dpl), Gunung Agung (3.124 Mdpl), Gunung Welirang (3,156 Mdpl) Gunung Arjuno (3.339 Mdpl) dan Gunung Semeru (3.676 Mdpl).

"Pendakian ke puncak Bromo yang dilakukan Arya kali ini merupakan kali ketiga. Hanya saat ini dilakukan dengan bersepeda bersama saya," kata Agus Sugianto menjelaskan.

Menurut anggota DPRD Pamekasan Iskandar, sebenarnya kegiatan pendakian yang telah dilakukan bocah asal Pamekasan bernama Arya sebelumnya itu layak dicatat dalam rekor MURI. Akan tetapi karena orang tuanya tidak memiliki biaya, maka yang bersangkutan tidak bisa tercatat rekor.

Iskandar mengemukakan, dulu memang pernah ada anak seusia Arya yang masuk dalam catat rekok MURI bernama Jordan Romero asal California.

Ia berhasil mendaki puncak gunung tertinggi di dunia, yakni puncak Gunung Everest pada Tahun 2010. Akan tetapi meski gunung itu tertinggi, namun pendakian yang dilakukan bocah yang tercatat rekor MURI itu hanya satu puncak saja, sedang Arya 10 puncak dengan usia masih 6 tahun saat itu.

"Saya kira kegiatan pendakian yang dilakukan kali ini dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional itu juga bagian dari kegiatan yang patut diperhatikan oleh pemerintah untuk menanamkan kecintaan anak pada alam," kata Iskandar. (*)

(Sumber: http://www.iyaa.com/berita/regional/umum/2835956_2078.html)
Share this article :

+ komentar + 1 komentar

Posting Komentar

 
Didukung oleh : Facebook | Twitter | You Tobe
Copyright © 2015. Blog Madura - All Rights Reserved
Media Lainnya Sakera Pamekasan dan Tokoh Kita
Serta Didukung Penuh Oleh Madura Media